20120302

Hanya Butuh Dua Pekan Penyempurnaan Esemka Untuk UJI Emisi Ulang


Walikota Solo, Joko Widodo dan Wakil Walikota, FX Hadi Rudyatmo tetap yakin dan percaya mobil Esemka akan lulus uji emisi berikutnya yang dijadwalkan kembali dalam waktu dekat ini. Menurut keduanya, hanya butuh waktu maksimal dua pekan untuk melakukan penyempurnaan pada saluran gas buang.
Hal tersebut disampaikan Jokowi dan Rudy secara terpisah kepada wartawan di Balaikota, Jumat (2/3/2012). Jokowi bahkan menegaskan tidak perlu ada pengujian oleh lembaga penguji independen untuk mencari second opinion atau pandangan alternatif.
“Kami tetap percaya dengan hasil kemarin. Itu kan hanya perlu perbaikan sedikit, diperbaiki catalytic converter-nya. Saya kira dua pekan lagi mestinya sudah selesai perbaikannya dan bisa diberangkatkan lagi untuk uji emisi,” ujar Jokowi.
Ditanya apa ada upaya mendatangkan teknisi atau mekanik ahli dari luar, Jokowi mengatakan saat ini sudah ada supervisi dari orang Jerman. Namun orang itu bukan dari pabrikan otomotif seperti yang dijanjikan sebelumnya oleh perwakilan Kedutaan Besar RI di Berlin yang datang ke Solo beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wawali, Rudy bahkan lebih optimistis lagi perbaikan itu tidak akan makan waktu sampai dua pekan. “Wong itu tinggal memperbaiki klepnya, lalu voltase lampunya ditambah juga beres kok. Bahkan converter pun sepertinya tidak perlu. Tidak sampai dua pekan pasti sudah beres,” katanya.
Selanjutnya, Rudy mengaku hanya berharap pemerintah pusat bersedia melakukan pendampingan dalam setiap proses yang harus dijalani mobil Esemka. Rudy pun mengatakan seandainya uji berikutnya gagal lagi, pihaknya tidak akan berhenti berjuang sampai benar-benar lulus. “Tapi untuk selanjutnya mestinya yang lebih aktif bergerak adalah dari PT SMK (Solo Manufaktur Kreasi-red). Kami kan sudah membukakan jalan dan melakukan pendampingan,” kata Rudy.(Sumber: www.harianjogja.com)

UMS Siap Jadi Tim Pendamping Esemka


Universitas Muhammadiyah Surakarta siap menjadi tim pendamping untuk memperbaiki mobil Esemka agar lolos uji emisi, jika ditunjuk Pemkot Solo.
Kesediaan itu disampaikan salah satu dosen Fakultas Teknik UMS yang juga menjadi ketua tim riset Mobnas dari UMS, Bambang Waluyo ST MT. “Sampai sekarang saya belum tahu apakah UMS ditunjuk sebagai tim pendamping atau tidak. Tapi jika nantinya ditunjuk, UMS pasti bersedia,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (2/3/2012).
Menurutnya penyebab tidak lolosnya Esemka pada uji emisi, mudah untuk diperbaiki. “Kekurangan itu tidak sulit diperbaiki,” ujarnya.(Sumber: www.harianjogja.com)

Jimly Asshiddiqie Tetap Menanti Esemka, Meski BelumLolos Uji Emisi


Jakarta:Meski Esemka tak lulus uji emisi, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, mengaku tetap menginginkan Esemka. "Ngadat-ngadat sedikit gak apa-apa lah," katanya ketika dihubungi Tempo, Kamis 1 Maret 2012.

Menurut Jimly, Esemka tak perlu berkecil hati dan terus berusaha memperbaiki apa yang kurang. "Dukungan masyarakat Indonesia itu sangat besar, sayang kalau satu kali gagal lantas berenti mencoba," kata Jimly.

Pada Januari lalu, Jimly memesan satu mobil Esemka. Walaupun kini Esemka belum bisa mendapatkan Sertifikat Uji Tipe, ia mengaku masih menanti-nati pesanan mobilnya. "Kalau pesenan saya sudah ada, saya mau bayar walau belum lolos uji coba."

Baginya, membeli Esemka bukan hanya sekedar membeli barang saja. "Ini bentuk penghargaan terhadap karya anak bangsa," katanya.

Adanya Esemka menurut Jimly adalah momen penting yang harus dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan gairah produksi dalam negeri. Pejabat pemerintah harus turut serta dalam kampanye penggunaan produk dalam negeri. "Jangan terlalu teknis lah," kata dia.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, belum bisa mengeluarkan Sertifikat Uji Tipe Kiat Esemka. Pasalnya, emisi kendaraan andalan Wali Kota Surakarta tersebut di atas ambang batas.

Hasil perolehan emisi Esemka, yakni kandungan karbon monoksida sebesar 11,63 gram/kilometer, dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/kilometer. Standarnya, kandungan karbon monoksida hanya lima gram/kilometer, HC+NOx 0,70 gram/kilometer.(Sumber: www.tempo.co)

Meskipun Gagal lolos Uji Emisi, Jokowi tetap semangat Memperjuangan Mobil Esemka


Mobil Esemka dipastikan tidak lolos uji emisi. Pasca kegagalan itu, Wali Kota Surakarta Joko Widodo merasa sendiri. Dia merasa tidak mendapat dukungan dari mereka yang semestinya mendukung. Namun dia menolak menjelaskan lebih jauh tentang hal itu.

"Ya sudah terasa. Dan memang rasanya sendirian," kata Joko Widodo atau Jokowi kepada wartawan, Kamis, 1 Maret 2012.

Menurut Jokowi, gagalnya Esemka dalam uji emisi berimbas pada hilangnya momentum. Sebab saat ini pemesannya sudah banyak. "Masyarakat sudah semangat seperti ini, ternyata tidak lolos uji emisi," ujarnya.

Meskipun gagal lolos uji emisi, dia mengaku tetap semangat dan tetap maju memperjuangan mobil Esemka. "Akan diperbaiki dan diulang lagi uji emisinya," katanya. Dia mengaku akan sesegera mungkin membawa Esemka untuk uji emisi.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan menyatakan mobil nasional Esemka tidak lulus uji emisi. Berdasarkan data hasil pengujian di Balai Termodinamika Mesin Propulsi Serpong pada Senin, 7 Februari 2012, Esemka belum memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup. “Belum memenuhi ambang batas emisi gas buang," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, di Jakarta.

Gagalnya uji emisi Esemka, menurut Kementerian Perhubungan, akibat gas buang CO Esemka masih tinggi. Emisi CO Esemka mencapai 11,63 gram per kilometer dan HC + NOX 2,69 gram per kilometer. Padahal standar Kementerian Lingkungan Hidup sesuai dengan keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2009, ambang batas untuk kendaraan bermotor tipe baru adalah CO 5 gram per kilometer dan HC + NOX 0,70 gram per kilometer.

Bambang S. Ervan mengatakan telah mengirim surat pemberitahuan kepada pemohon pada Rabu 29 Februari 2012. "Kami tidak mengumumkan ke media karena tugas kami menyampaikan langsung ke pemohon," katanya. Meski pengujian kali ini tidak lulus, Bambang menambahkan, Esemka masih bisa menjalani uji emisi lagi. "Uji emisi itu bisa dilakukan berulang-ulang dan tidak ada batasan," ujarnya.

Seorang yang berperan membidani lahirnya Esemka, Sukiat, mengaku terkejut oleh hasil uji emisi ini. Dia yakin kualitas mesin mobil Esemka tidak kalah dibanding mobil kelas low-end dari pabrikan terkenal. "Saya tahu betul seperti apa mesin Esemka," kata Sukiat. Dia yakin seharusnya mobil itu bisa lulus dalam uji emisi(sumber:
www.tempo.co)