20120222

Zanjabil Drink “Produk Kader LPM Bogor”-di Liputan Tim Jelang Siang TransTV


Laporan: Budi S.R.
Pada hari Selasa, 21 Pebruari 2012 kemarin, produk minuman kesehatan "Zanjabil Drink" yang merupakan usaha milik Bpk. Hurhilal, seorang pengurus LPM Kab. Bogor, diliput oleh TransTV untuk acara Jelang Siang, yang datang ke lokasi di Perum Bukit Kayumanis, Bogor.

Usaha produksi dan penjualan minuman ini berada di bawah bendera CV. Zanjabil milik Asadullah Al-Aziz. Membuka direktori usaha di Indonetwork dan menampilkan produknya di http://indonetwork.co.id/zanjabil_corporation/1737221/zanjabil-drink.htm, Asadullah dikontak langsung oleh Tim Liputan TransTV yang menemukan informasi tersebut di internet.

Hal ini merupakan contoh bagus manfaat publikasi kegiatan usaha di internet (secara umum kita sebut dengan "internet marketing"), semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita di LPM saat membina kegiatan sosial-ekonomi dalam konteks LPM Kab. Bogor. Menurut kru TransTV, liputan ini baru akan tayang sekitar 2 minggu lagi (sejak hari syuting).

Berikut ini behind the scene kegiatan liputan tersebut, hasil syuting oleh saya sendiri, saya muat di Youtube dengan nama akun "TV UMKM" sekaligus launching "stasiun televisi maya" tersebut, http://www.youtube.com/watch?v=RiOlz6Hubnk

(kk/bc/ bgr.lpm23/2/2012}

20120203

Rakor DPD LPM Jabar 26 Januari di Bandung Hasilkan Pakta Integritas


21 Orang Calon Pengurus DPD LPM Jawabarat – yang baru, telah menandatangani Surat Pernyataan Kesediaan mengemban tugas Pemberdayaan Masyarakat, dalam rangka konsolidasi organisasi, di Pinus Regency Bandung.

Ds.Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar, yang memimpin langsung Raker dan silaturahmi di Sekretariat barunya , menekankan pentingnya konsolidasi hari itu, mengingat banyaknya tantangan tugas  yang akan dihadapi LPM dimasa depan.
Beberapa calon Pengurus diberi kesempatan mengajukan usulan dan pandangannya, terkait program yang sebaiknya menjadi focus garapan DPD LPM Jabar.
Atang Hidayat, Bendahara DPD LPM Jabar, kembali mengutarakan gagasannya- agar LPM juga memiliki sumber dana dari mitra usaha binaan , jadi tidak hanya tergantung  pada   BOP  dari APBD Pemda.
Sementara Ir.Deny Sadhana Msi, Ketua DPD LPM Bogor, yang juga diminta merangkap jabatan di DPD LPM Jabar, mengutarakan program untuk mengoptimalkan potensi LPM, dalam koordinasi terpadu yang difasilitasi media informasi Online maupun Ofline.
Raker belangsung dari jam 14.30 dan berakhir menjelang jam 17.00 , dengan tambahan info akan berlangsungnya Rakernas LPM di Riau Februari mendatang. (kk/ds)

20120125

Beras Singkong Cimahi Potensi Ketahanan Pangan

Senin, 26 September 2011 ,
Neneng (31) warga Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, menanak nasi singkong dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar dan kukusan, Jumat (23/9). Makanan nasi singkong atau beras singkong yang terbuat dari singkong yang digiling menjadi tepung ini menjadi makanan pokok warga kampung adat tersebut yang masih terjaga hingga kini. 

    Kesibukan kecil tampak dari dapur keluarga Emen Sunarya (75), Rabu (10/8) siang. Cicih (66), istri Emen, sedang menyiapkan makan keluarga untuk sore hari. Sebakul rasi (nasi singkong) sudah terlebih dulu terhidang di meja makan. Tak boleh ketinggalan, rasi adalah yang terpokok. ”Ini identitas kami,” kata Emen.


   Jauh-jauh hari sebelum program diversifikasi pangan yang kini dikampanyekan pemerintah membahana, Emen dan lebih dari 200 warga lainnya di Kampung Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, mengonsumsi rasi sebagai makanan pokok sejak tahun 1924.


   Ajaran karuhun (leluhur) yang terikat dalam kepercayaan Sunda Wiwitan membuat mereka segan melanggar tradisi memakan rasi. Kendati demikian, warga yang menganut Sunda Wiwitan hidup rukun dan berdampingan dengan warga kampung lainnya yang sudah beralih kepercayaan. Bahkan, perkawinan campuran lazim terjadi.

   Emen yang dalam kesehariannya dipanggil dengan Abah Emen lantaran perannya sebagai tetua adat menuturkan, ajaran memakan rasi itu adalah upaya untuk merdeka lahir dan batin dari segala ikatan, yang pada masa lalu berupa penjajahan Belanda.
   Sekalipun penjajahan telah berakhir, namun kebiasaan memakan rasi itu tidak akan digeser. ”Yang mau berganti makan nasi silakan berganti. Tetapi saya akan tetap makan rasi, ini sudah jadi ajaran karuhun yang harus dilestarikan,” katanya. Selengkapnya KLIK Disini

Dosen Unpad Kembangkan Beras Singkong

JAKARTA - Pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak ketergantungan pada beras sebagai bahan makanan utama. Menanggapi imbauan tersebut, salah seorang dosen Universitas Padjadjaran (unpad) pun mengembangkan beras singkong atau rasi sebagai alternatif bahan makanan.

Marleen Sunyoto, pengajar pada Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad (FTIP) Unpad menjadikan rasi sebagai tema utama penelitian disertasinya. Ide ini pertama kali muncul pada 2007 lalu ketika dia menjadi juri dalam Ethnic Food Festival yang dihelat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jawa Barat.

Saat itu, banyak peserta mengolah singkong sebagai bahan pangan utama. Salah satu peserta dari Cireundeu, Cimahi, menyajikan 'nasi goreng singkong'. Di sana, masyarakat telah terbiasa mengonsumsi rasi selama ratusan tahun. Mereka membuatnya dengan memeras parutan singkong hingga menjadi tepung, kemudian ampasnya dijemur. Setelah kering, ampas singkong yang berbentuk seperti butiran beras ini lalu ditanak seperti cara memasak nasi. Selengkapnya KLIK Disini