20120114

Orang-Orang Sehat Tertua di Dunia

Catatan : Kukuh
Inilah salah satu bukti, yang bisa menjadi inspirasi serta motivasi, bahwa orang INDONESIA bisa lebih sehat, lebih kuat, dan lebih panjang umur, dibanding Orang-orang dari Negara lain di dunia ini. Di Amerika ada Wanita Binaragawati tertua berusia 74 tahun- Ernestine Sheperd. Di Jepang ada Binaragawan Tertua, masih hidup sehat sampai tahun 2012 ini, usianya 76 tahun- namanya Tsutomo Tosuka. Tapi ternyata, di Indonesia, kita juga punya “Legenda” orang sehat Tertua- usianya 82 tahun!

Dari arsip Situs Video Youtube, dan beberapa siaran Televisi International maupun Nasional- kita temukan kehebatan para Olahragawan Tua Dunia, kami sandingkan dengan Binaragawan dan Pesulap Indonesia-Pak Tepong, yang secara jujur diakui oleh Dedy Corbuzier- Master Mentalis Nasional- sebagai salah satu inspirator-nya didunia Intertanment.
Yang lebih menakjubkan, Pak Tepong- Binaragawan Tertua berusia 82 tahun ini, memiliki kemampuan lebih dibanding  dua rekannya dari Amerika dan Jepang yang lebih muda usianya. Jika  Binaragawati AS(74) itu sehat karena rajin olahraga dan fitness, dan kini juga menjadi instruktur fitness. Sementara Binaragawan Jepang(72) itu sehat juga karena rajin fitness. Maka Pak Tepong(82) , yang dari Indonesia ini, selain rajin olahraga, kesehatannya juga karena dia pintar bermain sulap, dan melawak, serta tetap makan singkong , ubi dan sayuran!

Resep Kuat, Sehat dan Panjang Umur
Ketika diminta sedikit cerita rahasianya bisa sehat, kuat dan panjang umur, Pak Tepong menjelaskan, pokoknya jangan terlalu pusing dengan apa yang akan terjadi esok hari, Jika ada masalah, boleh dipikir, tapi jangan terlalu dipikirin. Jalanin saja hidup ini mengalir apa adanya. 

Sementara bicara soal pola makan, Pak Tepong bilang, makan nasi, sayuran , ikan dan ayam secara bergantian. Tapi, kalau hari Minggu bebas, katanya, bahkan kadang makan sop kambing juga. Kakek kuat yang mengaku bahagia- jika saat bisa main dan nggendong Cicitnya itu,  mengaku tidak pernah merokok dan minum minuman keras.
Didepan Binaragawan Nasional Ade Ray, dan Mentalis Dedy Corbuzier, Pak Tepong di test kemampuannya menjaga kesehatan, dengan menunjukkan kebolehanya melakukan “pus-ap”  sebanyak 30 kali. Dahsyatnya, selain masih mampu menampilkan otot-ototnya dalam gerakan khas binaraga yang baik, pria 82 tahun ini bahkan masih berani di test dengan cara meletakkan batu bata setumpuk di kepalanya, dan Penyanyi Ndangdut Agung Hercules – yang juga Binaragawan, bertugas memukul hingga hancur dengan Palu Besi diatas kepala “kakek” Tepong. 
Usai adegan ini, Pak Tepong “berlagak pura-pura” sempoyongan, yang membuat Dedy Corbuzier agak panic, namun segera tertawa terbahak-bahak, karena saat sempoyongan sambil berlari kecil- Pak Tepong ternyata menuju kearah Wanita Muda Cantik yang duduk dibangku penonton! . Luar Biasa!(kk/dn)

20111224

Rakor Akhir Tahun LPM dan BPMPD Jabar di Bandung


“Saya ingin Nebus Dosa!”, ujar Ketua BPMPD Jawabarat –Ir. H. Dadang M Ma'soem Ph.D , saat mengawali sambutanya dalam Rapat Koordinasi dengan DPD LPM Jabar, di Aula Markas Pemberdayaan Masyarakat, Bandung 21 Desember 2011 yang lalu.

Menurut  jebolan S2 dan S3 Amerika serta Alumni Sipil ITB Bandung itu, dirinya terpaksa ijin tidak bisa mendampingi Gubernur ke Sentul Bogor, karena ahli Transportasi ini ingin menghadiri Rapat Koordinasi dengan LPM Jabar- sebagai ganti ketidak hadiranya dalam Milangkala LPM di Hotel Homan Bandung - pertengahan tahun  2011 yang lalu.

Sementara Drs Tatang Suratis, Ketua DPD LPM Jabar- menghadirkan sekitar 40 Pengurus DPD LPM dari berbagai kabupaten/ Kota se Jabar, untuk bisa berbagi pengalaman dengan BPMPD, tentang dinamika dan proses perjalanan Organisasi yang dulu bernama LKMD ini.
Rakor itu sendiri berlangsung sejak jam 10.30 pagi, dan berakhir menjelang jam dua  siang. Selesai pertemuan di Aula BPMPD, seluruh pengurus dijamu makan di Restoran Sederhana Padang, tentu saja oleh Ketua DPD LPM Jabar.( kk/dn/tt)

20111110

Temu Kelompok Tani IGL Pabuaran- Bogor & Koordinasi Jejaring LPM






Kemang-Bogor, LPM Bogor Online.
Belasan Petani Binaan Indonesia Green Loka (IGL), kembali memantabkan langkah dalam temu kelompok di Pabuaran –Bogor, Senin 10 Oktober 2011 yang lalu.

Dalam pertemuan kali ini, dibahas mengenai pembagian tugas tanam, dengan sejumlah item sayur yang menjadi kebutuhan pasar. Semua petani siap dengan keahlian masing masing, dan menyanggupi untuk mencoba mencukupi suplai pasar, dari bermacam sayur organik, mulai dari kangkung sampai kecipir, dari bayam sampi kacang merah. 

Puluhan item sayuran , yang dijadwalkan memenuhi kebutuhan puluhan supermarket di Jakarta, rata-rata sudah biasa ditanam para petani. Yang agak unik, ternyata sejumlah supermarket juga memesan suplai nangka muda, dan daun mlinjo, serta daun salam. Tiga item terakhir itu, tentu saja asli organik, kerena dari awal secara alamiah , para petani sudah menanam puluhan tahun lalu.

Dominick dan Ir.Putro, mencoba memberikan arahan kongkrit demi kemajuan para petani. Menabung demi membentuk embrio Koperasi, diharapkan bisa menjadi solusi penyediaan bibit serta pupuk berkwalitas,  yang sangat dibutuhkan para petani. Sementara Sekretaris LPM Kab. Bogor, Kukuh, memberi ruang yang smakin luas, untuk tersambungnya komunikasi antar petani se Bogor, bahkan dengan berbagai kelompok terkait se Indonesia, memanfaatkan TI sampai ke pedesaan. 

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2jam itu, disepakati pula, bahwa setiap bulan, hari  Jum’at Miinggu kedua- mereka akan berusaha selalu hadir dalam Temu Kelompok Tani secara routin. (kk/dom/pt/101011)

20110726

Temu Kader Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Barat 2011 di Bandung

Bandung, 26 Juli 2011
Sekitar 200 Orang unsur Pemberdayaan Masyarakat se Provinsi Jawabarat mengikuti Temu Kader di Hotel New Naripan Bandung 26-27 Juli 2011.


Acara yang diprakarsai oleh BPMPD ( Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa) Propinsi Jawabarat ini, menghadirkan Narasumber dari BKKBN Prop Jabar, yang memberi Pencerahan di hari pertama pertemuan di Kota Kembang itu.


Salah satu yang paling menjadi fokus pembicara maupun peserta, adalah tentang keterkaitan Data Base Kependudukan dikaitkan dengan Program Keluarga  Berencana. Sejumlah Kader LPM menekankan kembali tentang pentingnya  DataBase Tunggal yang bisa dipakai oleh semua Pihak untuk kepentingan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Sejarah LPM
Sekitar jam 21.00 malam- Drs.Tatang Suratis MM , Ketua DPD LPM Jawabarat menyampaikan Sejarah proses lahirnya LPM, yang merupakan penjelmaan LKMD menjadi LPM tahun 2000- lewat  Deklarasi Bandung.

Sejarah panjang proses reinkarnasi LKMD ke LPM, dipaparkan secara singkat namun cukup jelas, dengan harapan menegaskan kembali peran LPM sebagai Mitra Utama Pemerintah, dalam program Pemberdayaan Masyarakat.

Tatang juga mengemukakan tentang Pentingnya membuat Perda LPM di Tiap Kabupaten/Kota, yang akan menjadi salah satu sumber anggaran bagi program Pemberdayaan Masyarakat sampai ke tingkat Desa dan Kelurahan.

Hak Anggaran LPM
Dikesempatan yang sama , Atang Hidayat- dari DPP LPM, yang juga hadir malam itu mengemukakan, bahwa DPD LPM Kabupaten/ Kota mutlak perlu menyiapkan Proposal bagi perbaikan Perda LPM di Wilayah masing-masing. Proposal itu harus disampaikan ke Bupati/ Walikota, bahkan juga ke Gubernur, bukan untuk “mengemis”, tapi mengambil “hak” LPM yang dijamin oleh Undang-Undang, kata Sekr Bidang Koperasi UKM dan Perindag DPP LPM Indonesia itu.


Semoga LPM bisa menjadi Pelopor Ketepatan dan Kecepatan Update database Kependudukan yang valid, demikian harapan banyak fihak yang hadir.